Seminar Nasional Demografi dan Kongres IPADI 2017

Seminar Nasional Demografi 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia dan Kongres Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi (IPADI) 2017

Pendahuluan

Dibanding dengan saat kemerdekaan negara Indonesia 72 tahun lalu, kondisi kependudukan Indonesia saat ini sudah sangat berbeda. Dalam periode tersebut Indonesia mengalami transisi vital: angka kematian yang menurun, disertai angka kelahiran yang awalnya meningkat dan kemudian menurun. Dari sisi mobilitas, pergerakan penduduk Indonesia mengikuti pola sebagaimana diperkirakan oleh Zalinski (1963): awalnya penduduk hanya bergerak (mobil) di sekitar wilayah mereka (mobilitas sirkular), kemudian mobilitas jarak pendek tersebut digantikan oleh migrasi yang lebih tetap. Pada gilirannya, migrasi penduduk juga melambat, sementara mobilitas sirkular kembali meningkat, khususnya di antara penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan.

Proses demografi di atas juga mengubah komposisi usia penduduk Indonesia. Pada awalnya, ketika transisi vital mulai terjadi pada tahun 1950an, dengan menurunnya angka kematian tetapi tidak angka kelahiran, komposisi penduduk Indonesia berubah ke arah penduduk usia muda. Proporsi kelompok penduduk usia 0-14 mengalami perubahan dari 40% di tahun 1950an menjadi 27% pada tahun 2015 dan hanya 21% di tahun 2045. Demikian pula, komposisi penduduk usia 65 tahun ke atas meningkat dari sekitar 4% pada 1950an menjadi sekitar 5% pada tahun 2015 dan diperkirakan akan mencapai sekitar 14% pada tahun 2045.

Perubahan-perubahan di atas menyebabkan diperlukannya perubahan pada pelayanan sosial. Bila pada awal 1970an pelayanan sosial diarahkan pada ibu-ibu dan balita melalui posyandu, PKK dan semacamnya, sejak 1990an meluas untuk meningkatkan pendidikan bagi seluruh penduduk usia muda, dan di tahun 2010an ke arah universal health care melalui Jaminan Kesehatan Nasional, pelayanan sosial di tahun 2045 mungkin akan memerlukan fokus yang berbeda.

Sementara itu, terjadi pula berbagai perubahan lainnya di Indonesia dan di dunia. Secara global, perubahan geopolitik menyebabkan dunia saat ini sangat berbeda dengan dunia 1945–saat Perang Dunia Kedua baru selesai. Mobilitas penduduk antarnegara meningkat dengan pesat, baik dengan tujuan ekonomi ataupun untuk wisata. Sejak tahun 2015, bersama dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang memungkinkan mobilitas penduduk–khususnya tenaga kerja–untuk lebih tinggi. Walaupun saat ini baru 9 jenis pekerjaan yang tercakup di dalam kerjasama ini, di masa depan jumlahnya dapat dipastikan akan meningkat.

Hal-hal di atas yang menjadi landasan pemikiran Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) bekerjasama dengan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia untuk mengadakan seminar nasional yang dirangkaikan dengan Kongres Nasional IPADI.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan kondisi kependudukan Indonesia di tahun 2045 dan langkah-langkah apa yang perlu diambil sejak sekarang untuk dapat mengantisipasi perubahan di masa depan.

Peserta

Peserta kegiatan ini terbagi menjadi dua. Seminar Nasional akan dihadiri oleh 125 peserta dari kalangan akademik, pemerintahan, umum dan media. Sementara itu, Kongres IPADI diperkirakan akan dihadiri oleg 60 peserta dari pengurus dan anggota IPADI.

Pelaksanaan

Seminar Nasional dan Kongres IPADI akan diadakan pada:

Hari/Tanggal : Senin, 4 Desember 2017
Waktu : Pk. 8:30 – 23:00 WIB
Tempat : Auditorium Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia

Lembaga Demografi FEB UI @ 2017